Links needs your support! Donate what you can!
Click on Links masthead to clear previous query from search box
Recent comments
- Eustacius: "That is an
7 hours 39 min ago - Some comments from Louis Proyect's posting of this article
12 hours 16 min ago - escalating commitments
14 hours 59 min ago - Another socialist left is possible -- a reply to Paul D’Amato
15 hours 30 min ago - Response to 'you say...'
1 day 14 min ago - you are welcome
1 day 18 hours ago - A new movement - a moral imperative.
1 day 18 hours ago - Thanks to Pham Binh for
2 days 3 hours ago - agreed
3 days 14 hours ago - Some differences matter more than others
3 days 18 hours ago
Pernyataan Bersama untuk Thailand: Selesaikan Krisis melalui Demokrasi, Bukan Represi
Pernyataan Bersama Regional
Parti Sosialis
Malaysia
(PSM); Perhimpunan
Rakyat Pekerja (PRP) Indonesia; Partai
Rakyat Demokratik (PRD) Indonesia; Turn
Left Thailand; Socialist Alliance
(Australia); Partido Lakas ng Masa (Philipina);
Solidarity (Australia)
April 10,
2010 -- Kami
sangat prihatin dengan situasi yang kini terjadi di Thailand, dimana
Perdana
Menteri yang didukung militer, Ahbisit Vejjajiva telah menyatakan Negara
dalam
keadaan darurat dan memulai tindakan represi berdarah dalam menghadapi
meningkatnya eskalasi protes menuntut pemilihan umum ulang yang bersih.
Keadaan semakin mengkuatirkan karena pemerintah Thailand telah menutup
semua
media oposisi dan memberikan kekuasaan kepada angkatan bersenjata untuk
melakukan tindakan represif terhadap demonstran Red Shirts. Pasukan
bersenjata
Thai telah mempergunakan persenjataan yang berlebihan termasuk tank dan
peluru
tajam, dalam menghadapi para demonstran pro demokrasi di Bangkok.
Sejak bulan
Marel
lalu, Front Persatuan untuk Demokrasi melawan Kediktatoran (UDD) atau
lebih
dikenal dengan Red Shirts telah kembali melakukan demonstrasi
besar-besaran
melawan pemerintahan Ahbisit yang bukan hasil dari pemilihan umum namun
bentukan
militer. Gerakan demokrasi ini terdiri dari kaum miskin kota dan
pedesaan yang
bersikap menentang terhadap kekuasaan oligarki dukungan militer.
Krisis saat
ini
bermula di bulan September 2006, ketika militer melancarkan kudeta
terhadap
pemerintahan Thaksin Shinawatra, menghapus Konstitusi populis tahun 1997
dan
menggantikannya dengan konsttusi yang dibuat oleh militer. Kaum royalis
Yellow
Shirts mulai mengorganisir demonstrasi yang berwatak fasis ketika partai
pro-Thaksin memenangkan pemilihan umum 2007.
Pemerintahan Ahbisit sekarang ini dibentuk oleh militer setelah
mobilisasi fasis oleh Kaus Kuning dan satu kudeta melalui pengadilan.
Pemerintah, militer dan Yellow Shirts ketakutan menghadapi pemilihan
umum yang
benar-benar demokratis, karena mereka sadar bahwa mereka akan kalah
karena
mayoritas kaum miskin mendukung Kaus Merah. Ahbisit dan elit penguasa
menolak
untuk menyelenggarakan Pemilihan Umum dan mencoba mengulur waktu dan
bahkan
menyiapkan tindakan represif. Sudah jelas bahwa Ahbisit dan kaum elit
lama akan
membawa negeri tersebut menuju kediktatoran fasis.
Thailand
telah
memasuki satu tahap perang kelas yang baru.
Kaum elite penguasa lama dengan dukungan militer telah
mempergunakan
segala cara untuk melindas demokrasi di Thailand. Kaus Merah
pro-demokrasi
mayoritas terdiri dari kelas pekerja, petani dan kaum miskin, telah
menunjukan
dukungan rakyat dan memobilasi kekuatannya yang benar-benar telah
mengejutkan
kaum royalis (pendukung kerajaan) dan militer. Dengan semakin meluasnya
dukungan massa terhadap Kaus Merah, akan menjadi satu tahap baru dan
menentukan
dalam perjuangan rakyat di Thailand untuk mengembalikan demokrasi dan
keadilan
sosial.
Kami
menyerukan:
-
pengunduran
segera pemerintahan bentukan militer, Ahsbisit dan lakukan pemilihan
umum yang
bersih dan demokratis.
- Hentikan
segala bentuk tindakan represif terhadap demonstran Red Shirts. Hormati
hak-hak
rakyat untuk berorganisasi, berdemonstrasi dan mogok.
- Hentikan
pengekangan terhadap hak-hak demokratik dan pemberangusan media.
- Kepada
pemerintah Thailand untuk tidak melakukan kudeta militer.









Comments
Post new comment